PROFIL LAMA DIAGNOSA DIABETES MELITUS TERHADAP NILAI ESTIMASI LAJU FILTRASI GLOMELURUS ( LFG)

Authors

  • Aini Politeknik Medica Farma Husada Mataram
  • Ika Nurfajri Mentari Politeknik Medica Farma Husada Mataram

DOI:

https://doi.org/10.33651/jpkik.v5i1.26

Keywords:

Diabetes, lama diagnosa, Laju filtrasi glomelrus

Abstract

Prevalensi kejadian gagal ginjal kronik disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya adalah hipertensi, diabetes militus. Pada penderita kerusakan ginjal akan terjadi peningkatan kadar ureum dan kreatinin sebagai implikasi proses fitrasi yang tidak maksimal. Pengujian  kreatinin dalam darah dapat digunakan sebagai  untuk mengukur Laju Fitrasi Glomelurus ( LFG). Hasil Nilai laju filtrasi glomelurus dijadikan sebagai acuan untuk menilai tingkat kerusakan ginjal berdasarkan stadium yang diperoleh.Penggolongan stadium kerusakan ginjal mengacu panduan international kidney faoundation. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Profil lama diagnosa  terhadap kerusakan fungsi ginjal berdasarkan  nilai laju filtrasi glomelurus. Jenis penelitian Deskriftif Analitik dengan pendekatan cross sectional dengan menggunakan metode Non Random Acidental Sampling dan mengumpulkan data primer. Hasil analisa terhadap 10 sampel penderita diabetes mellitus dengan lama diagnosa  diperoleh data sebagai berikut:  Penderita dengan lama diagnosa  2 tahun(1 orang) masuk dalam stadium 2 dan satu orang dengan lama diagnosa 2 tahun masuk dalam stadium 3. Lima  (5) sampel yang terdiri dari 3 sampel dengan  lama diagnosa  4,8,9 tahun dan 2 sampel dengan lama diagnosa  10 tahun masuk dalam  stadium 3. Dua ( 2) orang  sampel dengan  lama diagnosa 6 tahun   dan  12 tahun masuk dalam stadium 3.  Satu orang pasien dengan lama diagnosa 18 tahun masuk dalam stadium 4.

Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Kesehatan Politeknik Medica Farma Husada Mataram

How to Cite

Aini, & Ika Nurfajri Mentari. (1). PROFIL LAMA DIAGNOSA DIABETES MELITUS TERHADAP NILAI ESTIMASI LAJU FILTRASI GLOMELURUS ( LFG). Jurnal Penelitian Dan Kajian Ilmiah Kesehatan Politeknik Medica Farma Husada Mataram, 5(1), 86-90. https://doi.org/10.33651/jpkik.v5i1.26

Most read articles by the same author(s)