Hubungan Durasi ASI Ekslusif dan Jumlah Anak dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 24 sampai 36 Bulan di Kecamatan Haharu
DOI:
https://doi.org/10.33651/jpkik.v6i1.48Keywords:
Stunting, Durasi ASI ekslusif, BalitaAbstract
Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan yang utama di Indonesia saat ini. Upaya pemerintah dalam mencegah stunting adalah melalui pemberian ASI eklsusif enam bulan, MP-ASI setelah enam bulan dan memberikan ASI sampai berusia dua tahun. Pemerintah telah melakukan berbagai upaya namun belum mampu menurunkan jumlah anak stunting secara bermakna dan masih berada di atas angka estimasi WHO. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan durasi ASI ekslusif dan jumlah anak terhadap balita stunting di Kecamatan Haharu, Kabupaten Sumba Timur. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian cross sectional dengan besar sampel sebanyak 134 orang pada balita usia 24-36 bulan, pemilihan sampel dilakukan secara systematic random sampling. Pengumpulan data dengan wawancara menggunakan kuesioner, dilakukan di Kecamatan Haharu bulan Juni sampai Juli 2019. Variabel diteliti adalah stunting, durasi ASI ekslusif dan jumlah anak. Analisis data secara bivariat dan multivariat
Faktor berhubungan dengan stunting adalah durasi ASI ekslusif 0-2 bulan (AOR=3,88; 95%CI=1,13-13,25), durasi ASI ekslusif 3-5 bulan (AOR=7,57; 95%CI=1,12-50,83) dan jumlah anak (AOR=2,557;95%CI=1,10-5,93). Faktor berhubungan dengan stunting adalah durasi ASI ekslusif, jumlah anak. Disarankan agar meningkatkan cakupan ASI ekslusif melalui kegiatan promosi dan konseling ASI ekslusif, serta upaya untuk meningkatkan cakupan akseptor KB sebagai upaya untuk mencegah peningkatan jumlah kelahiran.
References
Kemenkes RI. 2011.a. Proyek Kesehatan dan Gizi Berbasis Masyarakat (PKGBM). buku Laporan. pp. 1–40.
Trihono, Atmarita, Tjandrarini, Dwi Hapsari, Irawati, Anies, Utami, Nur Handayani, Tejayanti, Teti dan Nurlinawati, Lin. 2015. Pendek (Stunting ) di Indonesia, Masalah dan Solusinya, Lembaga Penerbit Balitbangkes. Edited by M. Sudomo. Jakarta. doi: hrfh
MCA Indonesia. Stunting dan Masa Depan Indonesia [Internet]. Vol. 2010, Millennium Challenge Account - Indonesia. 2013. 2–5 p. Available from: www.mca-indonesia.go.id
Kemenkes RI. Hasil Utama Riskesdas 2018. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. 2018.
You, T., Yang, R., Lyles, M.F., Gong, D., Nicklas, B.T., Wells, J.C.K and Wien, M.. 2010. World Health Assembly Global Nutrition Targets 2025. European journal of clinical nutrition. doi: 10.1152/ajpendo.00419.2004.
Kemenko Kesra 2012. Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi Dalam Rangka Seibu Hari Pertama Kehidupan (Gerakan 1000 HPK), BAPENAS. Jakarta: Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat.
Sjarif, Damayanti R., Yuliarti, Klara. Lestari, Endang D. Sidiartha, I.G.Lanang, Nasar M.M, Sri S. dan Mexitalia, Maria. 2015. Rekomendasi Praktik Pemberian Makan Berbasis Bukti pada Bayi dan Batita di Indonesia untuk Mencegah Malnutrisi, UKK Nutrisi dan Penyakit Metabolik, Ikatan Dokter Anak Indonesia. doi: 10.1017/CBO9781107415324.004.
WHO, UNICEF. Global Nutrition Targets 2025: Breastfeeding policy brief [Internet]. World Health Organization. 2014. pp 8
Kamudoni, P., Maleta, Kenneth, Shi, Zumin and Holmboe-Ottesen, Gerd. 2015. Exclusive breastfeeding duration during the first 6 months of life is positively associated with length-for-age among infants 6-12 months old, in Mangochi district, Malawi. European Journal of Clinical Nutrition. Nature Publishing Group. 69(1). pp. 96–101. doi: 10.1038/ejcn.2014.148
Khan, M.N.and Mofizul, M. 2017. Effect of exclusive breastfeeding on selected adverse health and nutritional outcomes: A nationally representative study. Biomedcentral Public Health. (1). p. 17. doi: 10.1186/s12889-017- 4913-4
Paramashanti BA, Hadi H, Gunawan IMA. Pemberian ASI eksklusif tidak berhubungan dengan stunting pada anak usia 6–23 bulan di Indonesia. J Gizi dan Diet Indones (Indonesian J Nutr Diet [Internet]. 2016;3(3):162.
AL-Rahmad AH, Miko A, Hadi A. Kajian stunting pada anak balita ditinjau dari pemberian asi ekslusif, MP-Asi, status imunisasi dan karakteristik keluarga di kota Banda Aceh. J Kesehat Ilm Nasuwakes. 2013;6(2):169–84.
Fikadu T, Assegid S, Dube L. Factors associated with stunting among children of age 24 to 59 months in Meskan district, Gurage Zone, South Ethiopia: A case-control study. BMC Public Health [Internet]. 2014;14(1):1–7. Available from: http://www.biomedcentral.com
Jiang Y, Su X, Wang C, Zhang L, Zhang X, Wang L, et al. Prevalence and risk factors for stunting and severe stunting among children under three years old in mid-western rural areas of China. care, Heal Dev [Internet]. 2014;41(1):45–52. Available from: https://doi.org/10.1111/cch.12148
Jihad J, Ahmad IOAI, Ainurafiq. Analisis Determinan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 12-24 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Puuwatu Kota Kendari Tahun 2016. Fak Kesehat Masy Univ Halu Oleo. 2016;
Nsereko E, Mukabutera A, Iyakaremye D, Umwungerimwiza YD, Mbarushimana V, Nzayirambaho M. Early feeding practices and stunting in Rwandan children: A cross-sectional study from the 2010 Rwanda demographic and health survey. Pan Afr Med J [Internet]. 2018;29:1–6. Available from: http://www.panafrican-med-journal.com/content/larticle/29/157/full/
Griffiths LJ, Smeeth L, Sherburne Hawkins S, Cole TJ, Dezateux C. Effects of infant feeding practice on weight gain from birth to 3 years. Arch Dis Child [Internet]. 2009;94(8): 577–82.
WHO, Word Health Assembly F-F. Global strategy for infant and young child feeding. 2001;(May):1–5. Available from: http://apps.who.int/gb/archive/pdf.
Wahdah S, Juffrie M, Emy H. Faktor risiko kejadian stunting pada anak umur 6-36 bulan di Wilayah Pedalaman Kecamatan Silat Hulu, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. J GIZI DAN Diet Indones [Internet]. 2015;3(2):119–30. Available from: http://dx.doi.org/10.21927/ijnd.2015.3(2).119-130
Setyawati VAV. Kajian Stunting Berdasarkan Umur dan Jenis Kelamin Di Kota Semarang. 7th Univ Res Colloqium 2018. 2018;834–8.
Branca F, Ferrari M. Impact of Micronutrient Deficiencies on Growth?: The Stunting Syndrome. Natl Inst Food Nutr Res. 2002;46(suppl 1):8–17.
Setiawan E, Machmud R. Artikel Penelitian Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia 24-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas Kecamatan Padang Timur Kota Padang Tahun 2018. J Kesehat Andalas. 2018;7(2):275–84.
Published
How to Cite
Issue
Section
JPKIK : Jurnal Peneliian dan Kajian Ilmiah kesehatan is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License
You are free to :
Share — copy and redistribute the material in any medium or format
Adapt — remix, transform, and build upon the material for any purpose, even commercially
Under the following terms :
Attribution — You must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.
ShareAlike — If you remix, transform, or build upon the material, you must distribute your contributions under the same license as the original
No additional restrictions — You may not apply legal terms or technological measures that legally restrict others from doing anything the license permits


