EFEKTIVITAS DAUN KATANG-KATANG (Ipomoea pes-caprae L.Sweet) DALAM MENGHAMBAT NYERI PADA FASE 1 DAN FASE 2 DENGAN METODE LICKING TIME PADA MENCIT JANTAN

Authors

  • Dahlia Andayani Universitas Nahdlatul Wathan

DOI:

https://doi.org/10.33651/jpkik.v4i2.28

Keywords:

Ipomoea pes-caprae, Analgetik, Flavonoid, Licking Time,formalin

Abstract

Daun Katang-katang (Ipomoea pes-caprae L.Sweet) merupakan salah satu tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Keterangan empiris yang beredar di masyarakat tentang manfaat daun katang katang banyak digunakan sebagai anti nyeri dan peradangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas analgetik yang dihasilkan oleh ekstrak etanol 70% daun katang-katang (Ipomoea pes-caprae L.Sweet) pada mencit jantan yang diinduksi formalin dan gambaran mekanisme kerja pada fase I (early) atau fase II (Late).

Rancangan penelitian yang digunakan adalah post test only control group design dengan empat kelompok perlakuan yaitu kelompok kontrol negatif yang diiberikan Na CMC, kelompok kontrol positif asam mefenamat dan morfin serta kelompok ekstrak etanol daun katang-katang. Pemberian ekstrak dilakukan secara per oral. Data jumlah jilatan pada fase early dan fase late digunakan untuk menentukan aktivitas analgetik dan dilakukan analisis statistik kruskal wallis.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun katang-katang dengan dosis 200 mg/kg memiliki aktivitas analgetik  pada fase I (early) dan fase II (late) pada mencit jantan dengan daya analgetik sebesar 56,25%. Hasil uji analisis kruskal-wallis menunjukkan adanya perbedaan yang signikan antara masing-masing kelompok perlakuan dengan nilai signifikansi (P = 0,000 < 0,005).

Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Kesehatan Politeknik Medica Farma Husada Mataram

How to Cite

Dahlia Andayani. (1). EFEKTIVITAS DAUN KATANG-KATANG (Ipomoea pes-caprae L.Sweet) DALAM MENGHAMBAT NYERI PADA FASE 1 DAN FASE 2 DENGAN METODE LICKING TIME PADA MENCIT JANTAN. Jurnal Penelitian Dan Kajian Ilmiah Kesehatan Politeknik Medica Farma Husada Mataram, 4(2), 83-89. https://doi.org/10.33651/jpkik.v4i2.28