UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK SEGAR DAUN BINAHONG (Anredera cordifollia) TERHADAP BAKTERI (Staphylococcus aureus) SECARA IN VITRO

Authors

  • Rr. Dinda Putri Apriliani Politeknik Medica Farma Husada Mataram

DOI:

https://doi.org/10.33651/jpkik.v1i2.179

Abstract

Daun binahong merupakan salah satu tanaman obat tradisional yang memiliki zat berkhasiat dan memiliki kandungan zat aktif antara lain flavonoid, alkaloid, triterpenoid, saponin. Tanaman ini digunakan sebagai antibakteri pengobatan demam, diare, wasir , ginjal , kanker, sakit gigi, asam urat, gatal-gatal, bisul, batuk & flu dan pengobatan diabetes. Dengan berbagai bahan aktif dan manfaat yang terkandung dalam daun binahong, peneliti ingin membuktikan daya hambat ekstrak daun binahong (Anredera cordifollia) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini merupakan penelitian true eksperimen yang dilakukan di laboratorium. Dilakukan dengan empat perlakuan yaitu dengan konsentrasi 100%, 80%, 60% dan 40% serta melakukan replikasi sebanyak lima kali dengan kontrol positif antibiotik Ciproflosaxin. Hasil uji laboratorium dari konsentrasi tertinggi sampai terendah dihasilkan bahwa adanaya zona hambat, yang ditunjukkan dengan adanya zona bening pada sumuran media MHA.

References

Anne, A . 2011. Infeksi Bakteri Staphylococcus aureus. http://www.anneahira.com/bakteri-staphylococcus-aureus.htm(Diakses pada tanggal 28 Desember 2014)

Departemen Kesehatan RI. 2000. Parameter Standard Umum Ekstrak Tumbuhan Obat. Direktorat Jendral Pengawasan Obat dan Makanan. Jakarta.

Feri, M. 2009. Binahong (Anredera cordifolia) Sebagai Obat. Jurnal Warta Penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri. Volume 15 Nomor 1:3.

FKUI. 1990. BukuAjar Mikrobiologi Kedokteran Edisi Revisi. Binarupa Aksara, Jakarta

FKUNBRAW . 2003. Bakteriogi Medik. Bayumedia Publishing, Malang.

Jawetz, Melnick, dan Adelberg’s. 2007. Mikrobiologi Kedokteran Edisi 23. Salemba Medika, Jakarta.

Khunaifi, M. 2010. Uji Aktifitas Antibakteri Ekstrak Daun Binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa. Terdapat pada http://lib.uin-malang.ac.id/fullchapter/03520025.pdf.diakses25 Mei 2015.

Lestari. S.E ,J. A. Servin Antimikrobal Resistence In Indonesia Prevalence, Determinan and Genetic Basis. Hal 23, 67, 115-116.2009.

Manoi, F.2009. Binahong (Anredera cordifolia(Ten.) Steenis) Sebagai Obat.Jurnal Warta Penelitian Dan Pengembangan Tanaman Industri. Jurnal Artikel Penelitian, (Online). Volume 15 Nomor 1:3. Diakses 25 Mei 2015.

Mardiana, Lina.2013Daun Ajaib Tumpas Penyakit., Cet. 6- Jakarta: Penebar Swadaya.

Notoatmodjo, S. 2002. Metodologi Penelitian Kesehatan. PT. Rineka Cipta, Jakarta

Pelczar, M. J. dan Chan, E. C. S. 1988. Dasar-dasar Mikrobiologi. Jakarta : Universitas Indonesia. http://www.indonesian- herbal.com tanaman-obat- indonesia-untuk-pengobatan.html. pdf. Diakses 25 Mei 2015.

Pratiwi, S.T., 2008. Mikrobiologi Farmasi. Erlangga, Jakarta.

Rachmawati, S., 2008, Studi Makroskopi, Mikroskopi, dan Skrining Fitokimia Daun Anredera Cordifolia. Thesis. Universitas Airlangga Surabaya

Siswandono, dan Bambang S,. 2008. Kimia Medisinal. Airlangga University Press, Surabaya.

Soemarno. 2000. Isolasi dan Identifikasi Bakteri Klinik AKK. Depkes RI, Yogyakarta.

Supardi, 1999. Mikrobiologi dalam Pengolahan dan Keamanan Pangan, penerbit Alumni Bandung.

Yuswantina, R. 2009. Uji Aktivitas Penangkap Radikal Dari Ekstrak Petroleum Eter,Etil Asetat Dan Etanol Rhizoma Binahong (Anredera Cordifolia (Tenore) Steen) Dengan Metode Dpph (2,2-Difenil-1-Pikrihidrazil). Terdapatpadahttp://etd.eprints.ums.ac.id/5283/1/K100050315.pdf. Diakses pada tanggal 21 Oktober 2014.

Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Kesehatan Politeknik Medica Farma Husada Mataram

Published

2020-12-04

How to Cite

Rr. Dinda Putri Apriliani. (2020). UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK SEGAR DAUN BINAHONG (Anredera cordifollia) TERHADAP BAKTERI (Staphylococcus aureus) SECARA IN VITRO . Jurnal Penelitian Dan Kajian Ilmiah Kesehatan Politeknik Medica Farma Husada Mataram, 1(2), 90-94. https://doi.org/10.33651/jpkik.v1i2.179