ISOLASI SENYAWA CAPSAICIN PADA BUAH CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L) DAN UJI ANTIBAKTERI PADA Salmonella thypi
DOI:
https://doi.org/10.33651/jpkik.v6i2.140Keywords:
Isolasi, Senyawa Capsaisin, Cabe rawit, Salmonella thypiAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi senyawa capcaisin pada buah cabai rawit serta untuk mengetahui aktifita antibakteri. Dari hasil penelitian telah berhasil dilakukan isolasi senyawa capcaisin dari buah cabai rawit (Capsicum fruktescens L) di diperoleh randemen sebesar 23,31%, dengan menggunakan pelarut aseton sebnayak 500 ml dengan menggunakan metode ektraksi secara maserasi. Analisis gugus fungsi dengan menggunakan FT-IR Dari hasil analisi spektrofotometer inframerah (IR) menunjukkan pita serapan pada daerah bilangan gelombang 3453,2 cm-1 memberikan putunjuk adanya Gugus –OH stretching dengan intensitas serapan menengah dan bentuk pita yang melebar. Kemudian Pita yang muncul pada daerah gelombang 2956,6 cm-1 merupakan gugus –NH streaching, dugaan ini didukung dengan adanya serapan yang muncul pada daerah 1467 cm-1 gelombang yang merupakan bangkokan NH bending (scissoring), munculnya pita serapan yang tajam pada daerah 1498,9 cm-1 dan 1467 cm-1 menunjukkan adanya gugus C=C aromatik dan menunjukkan bahwa Kristal hasil pemurnian tersebut merupakan suatu amida sekunder karena menyerap didaerah dekat 1500 cm-1. Pita serapan yang muncul pada daerah bilangan gelombang 2920,1 cm-1 dan 2850,1 cm-1merupakan gugus –CH stretching dari CH3 dan CH2. Sementara regangan C=O karbonil muncul pada daerah bilangan gelombang 1718,0 cm-1 sedangkan pita serapan yang muncul pada daerah bilangan gelombang 1250,2 cm-1 merupakan vibrasi regangan asimetrik C-O dari system C-O-C atau O-CH3. Berdasarkan hasil Infra red (IR) diduga bahwa isolate merupakan suatu senyawa capcaisin dengan adanya gugus –OH, -NH, -CH2, -CH3, C=C, C=O dan O-CH3. Senyawa capcaisin hasil isolasi efektif sebagai antibakteri terhadap bakteri Salmonella typhi pada kosentrasi 100% dengan rerata diameter zona hambat sebesar 11,6 %.
References
Novita T, 2015. Isolasi Capsaicin Dari Oleoresin Cabai Rawit (Capsicum fruktescens L). Chemistry Progress.Volume 8, Nomor 2, Universitas Samratulanggi, Manado.
Tood, P.H., Bensinger, M.G. dan Biftu, T. (1997). Determination of pungency due to capsicum by gasliquid chromatography. Journal of Food Science 42: 660-664.
Wong, D. 1989. Mechanism and Theory in Food Chemistry. New York: Van Nostrand Reinhold.
Hakim, A. 2016. Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Kimia bahan Alam Melalui Praktikum, Arga Puji Press, Mataram.
Purseglove, J., Brown, E., Green, C. & Robbins, S. 1981. Spices. Longman, New York.
Cita YP. 2011. Bakteri Salmonella typhi dan demam tifoid. Jurnal Kesehatan Masyarakat, September, 6(1):42–46.
Arab, L. and Steck. S. 2000. Lycopene and Cardiovascular Diseases. American Journal of Clinical Nutrition. 71:1691- 1695.
Kailaku, S. I., K. T. Dewandari dan Sunarmani. 2007. Potensi Likopen Dalam Tomat Untuk Kesehatan. Buletin Teknologi Pascapanen Pertanian.3,50-58.
Purba IE, Wandra T, Nugrahini N, Nawawi S. 2016. Program pengendalian demam tifoid di Indonesia : tantangan dan peluang. Media Litbangkes. 26(2):99–108.
Published
How to Cite
Issue
Section
JPKIK : Jurnal Peneliian dan Kajian Ilmiah kesehatan is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License
You are free to :
Share — copy and redistribute the material in any medium or format
Adapt — remix, transform, and build upon the material for any purpose, even commercially
Under the following terms :
Attribution — You must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.
ShareAlike — If you remix, transform, or build upon the material, you must distribute your contributions under the same license as the original
No additional restrictions — You may not apply legal terms or technological measures that legally restrict others from doing anything the license permits


