Main Article Content

Abstract

Latar belakang: Demam tifoid merupakan infeksi sistemik yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi, umumnya ditularkan melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi. Kloramfenikol sering diresepkan sebagai antibiotik lini pertama dalam pengobatan tifoid. Namun, interaksi antara antibiotik dan makanan atau minuman tertentu dapat mempengaruhi efektivitas terapi.


Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya interaksi antara kloramfenikol dengan susu dan pisang terhadap pertumbuhan Salmonella typhi secara in vitro.


Metode: Metode penelitian menggunakan uji difusi sumuran. Larutan kloramfenikol (1 mg/mL) dicampurkan dengan sampel susu dan pisang pada konsentrasi 25%, 50%, dan 100% dengan perbandingan 1:1. Setiap campuran dimasukkan ke dalam sumuran pada media Nutrient Agar yang telah diinokulasi bakteri Salmonella typhi dan diinkubasi selama 24 jam pada suhu 37°C. Diameter zona hambat diukur menggunakan jangka sorong.


Hasil: Hasil penelitian menunjukkan rata-rata diameter zona hambat pada kloramfenikol kontrol positif sebesar 31,267 mm. Sedangkan campuran kloramfenikol dengan susu menghasilkan zona hambat masing-masing 27,533 mm (25%), 28,167 mm (50%), dan 28,067 mm (100%). Campuran dengan pisang menunjukkan zona hambat 27,100 mm (25%), 28,133 mm (50%), dan 27,800 mm (100%). Semua kelompok perlakuan menunjukkan penurunan signifikan dibanding kontrol positif.


Kesimpulan: Disimpulkan bahwa terdapat interaksi antara kloramfenikol dengan susu dan pisang, yang mengurangi efektivitas antibakteri kloramfenikol terhadap Salmonella typhi.

Keywords

Demam Tifoid Kloramfenikol Interaksi Obat Salmonella typhi

Article Details

How to Cite
ULYA, T. (2025). STUDI IN VITRO INTERAKSI KLORAMFENIKOL DENGAN SUSU DAN PISANG TERHADAP DAYA HAMBAT Salmonella typhi UNTUK PENGOBATAN DEMAM TIFOID. Pharmaceutical and Traditional Medicine, 9(2), 88-95. https://doi.org/10.33651/ptm.v9i2.749