Main Article Content

Abstract

Pengelolaan obat kedaluwarsa merupakan aspek penting dalam menjamin kualitas pelayanan farmasi, efisiensi anggaran, serta keselamatan pasien. Penelitian ini mengevaluasi tingkat kepatuhan pengelolaan obat expired date di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Islam Siti Hajar Mataram berdasarkan 14 indikator SOP serta menganalisis dampak ekonomi dan potensi risiko klinis yang ditimbulkan. Penelitian dilakukan pada periode Februari–Mei 2025 menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara, dan telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya 6 dari 14 indikator (42,86%) yang sesuai SOP, sedangkan 8 indikator (57,14%) belum memenuhi standar, terutama pada pencatatan kartu stok, pengemasan obat expired, berita acara pemusnahan, dan pelaporan eksternal. Tercatat 35 jenis obat kedaluwarsa dengan total kerugian ekonomi sebesar Rp 16.900.082. Ketidaksesuaian SOP berdampak pada meningkatnya risiko keselamatan pasien, seperti potensi penggunaan obat yang mendekati masa kedaluwarsa dan peluang terjadinya medication error. Penelitian ini menegaskan perlunya penguatan sistem manajemen obat melalui optimalisasi FEFO, pemantauan stok berkala, peningkatan kepatuhan dokumentasi, serta koordinasi lintas unit untuk menekan kerugian ekonomi dan risiko terhadap keselamatan pasien.

Keywords

Obat Kedaluwarsa, Penanganan Obat, Expired Date, Rumah Sakit

Article Details

How to Cite
Purmafitriah, E. (2025). EVALUASI SISTEM PENGELOLAAN OBAT EXPIRED DATE (KEDALUWARSA) DI RUMAH SAKIT ISLAM SITI HAJAR MATARAM : TINJAUAN KERUGIAN EKONOMI DAN RISIKO KESELAMATAN PASIEN. Pharmaceutical and Traditional Medicine, 9(2), 104-122. https://doi.org/10.33651/ptm.v9i2.748