Main Article Content

Abstract

Inflamasi merupakan respon fisiologis tubuh terhadap cedera jaringan, namun inflamasi berlebihan dapat menimbulkan keluhan klinis yang memerlukan terapi antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi aktivitas antiinflamasi ekstrak etanol daun banten (Lannea coromandelica) pada mencit jantan yang diinduksi karagenan. Ekstraksi simplisia dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Sebanyak 15 ekor mencit jantan dibagi menjadi lima kelompok: kontrol negatif (aquades), kontrol positif (natrium diklofenak), serta ekstrak etanol daun banten dengan dosis 30, 40, dan 50 mg/kgBB. Induksi inflamasi dilakukan melalui penyuntikan karagenan 1% secara intraplantar. Parameter yang diamati meliputi penurunan volume edema, nilai area under curve (AUC), dan daya antiinflamasi (DAI). Hasil penelitian menunjukkan seluruh dosis ekstrak etanol daun banten mampu menurunkan volume edema secara signifikan dibandingkan kontrol negatif (p<0,05). Nilai AUC kelompok ekstrak lebih rendah daripada kontrol negatif, dengan dosis 50 mg/kgBB menunjukkan nilai terendah yaitu 1,27. Nilai DAI meningkat seiring peningkatan dosis ekstrak, masing-masing sebesar 2,20% (30 mg/kgBB), 2,94% (40 mg/kgBB), dan 6,10% (50 mg/kgBB). Kesimpulannya, ekstrak etanol daun banten memiliki aktivitas antiinflamasi yang signifikan pada model inflamasi akut, terutama pada dosis 50 mg/kgBB sehingga berpotensi dikembangkan sebagai kandidat agen anti inflamasi berbasis bahan alam.

Keywords

Antiinflamasi daun banten mencit jantan edema

Article Details

How to Cite
rahayu, L. B. H. R. (2025). Uji Aktivitas Antiinflamasi Ekstrak Etanol Daun Banten (Lannea coromandelia) pada Mencit Jantan (Mus musculus). Pharmaceutical and Traditional Medicine, 9(2), 81-87. https://doi.org/10.33651/ptm.v9i2.747