Main Article Content

Abstract

Overclaim pada produk sunscreen merupakan salah satu strategi pemasaran yang dapat menyesatkan konsumen karena menampilkan klaim berlebihan tanpa dukungan bukti ilmiah yang kuat. Fenomena ini semakin sering dijumpai di kalangan remaja putri, yang merupakan kelompok pengguna kosmetik paling aktif dan rentan dipengaruhi promosi digital. Kurangnya pemahaman mengenai komposisi, manfaat, dan batasan kerja sunscreen membuat remaja mudah menerima klaim yang tidak realistis, sehingga diperlukan kajian mengenai bagaimana tingkat pengetahuan mereka berhubungan dengan sikap dalam menanggapi klaim tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap remaja putri terhadap overclaim pada produk sunscreen di MAN 2 Banjarmasin. Pendekatan penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional dan melibatkan 80 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner pengetahuan dan sikap yang telah dinyatakan valid dan reliabel. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan uji Chi-square pada tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada kategori pengetahuan dan sikap yang baik, yang menggambarkan kemampuan mereka dalam mengenali informasi yang relevan terkait klaim produk. Uji statistik menunjukkan nilai p = 0,026, yang berarti terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dan sikap remaja dalam menilai keabsahan klaim sunscreen. Temuan ini menegaskan bahwa semakin baik pengetahuan seseorang mengenai produk kosmetik, semakin kritis pula sikap yang terbentuk. Oleh karena itu, edukasi mengenai literasi kosmetik perlu terus ditingkatkan untuk membantu remaja menjadi konsumen yang lebih selektif dan terlindungi dari klaim menyesatkan.

Keywords

Pengetahuan Sikap Overclaim Sunscreen Remaja

Article Details

How to Cite
Zafirah, N. (2025). ANALISIS TINGKAT PENGETAHUAN TERHADAP SIKAP REMAJA PUTRI MENGENAI OVERCLAIM PADA PRODUK SUNSCREEN DI SEKOLAH MENENGAH ATAS BANJARMASIN. Pharmaceutical and Traditional Medicine, 9(2), 123-136. https://doi.org/10.33651/ptm.v9i2.746