Main Article Content

Abstract

Penyakit diare masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di negara berkembang seperti di Indonesia, karena masih sering timbul dalam bentuk kejadian luar biasa (KLB), dan disertai dengan kematian yang tinggi, terutama di Indonesia bagian timur. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian survei, Berdasarkan hasil sebaran angket pada 35 orang responden yang pernah mengalami penyakit diare dijadikan sebagai sampel dalam penelitian, diperoleh data jawaban dari siswa Pondok Pesantren Ishlahil Athfal Rumak dari jawaban sangat rendah diperoleh jumlah (-)  Persentase 0% , jumlah jawaban rendah siswa sebanyak 5 orang diperoleh presentase 14% , 7 orang jawaban tinggi sebanyak 20% , sedangkan 23 orang jawaban sangat tinggi 66%. Terdapat 0% siswa yang memiliki pengetahuan sangat rendah, 1,75% memiliki pengetahuan rendah, 8,05% siswa memiliki pengetahuan tinggi dan 0,02% siswa memiliki pengerahuan sangat tinggi. Kejadian diare di pondok pesantren dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain, sumber air minum, perilaku hidup bersih siswa, lingkungna serta fasilitias tempat tinggal yang belum memadai sesuai dengan undang-undang kesehatan.

Keywords

Tingkat Pengetahuan, Diare, Pondok Pesantren

Article Details