Main Article Content

Abstract

Angka kematian Ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) merupakan salah satu indikator keberhasilan layanan kesehatan di suatu negara. Di Indonesia berdasarkan perhitungan oleh BPS diperoleh AKI tahun 2007 sebesar 248/100.000 KH. Sementara untuk AKB berdasarkan perhitungan dari BPS, diperoleh AKB sebesar 26,9/1.000 KH. Salah satu faktor masih tingginya angka kejadian anemia adalah kurangnya pengetahuan tentang anemia, kurang pengetahuan disini adalah ketidak ketahuan akan tanda-tanda, gejala dan dampak yang ditimbulkan oleh anemia akibatnya kalaupun individu tersebut terkena anemia ia tidak merasa dirinya sakit. Anemia gizi besi lebih banyak diderita oleh wanita daripada pria. Wanita hamil merupan 1 kelompok golongan yang rentan terhadap masalah gizi terutama anemia akibat kekurangan zat besi (Fe). Data yang diperoleh dari laporan PWS di Puskesmas Mujur Praya Timur kasus anemia pada tahun 2010 menduduki peringkat nomer 10. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu hamil dengan kejadian anemia di Puskesmas Mujur Kecamatan Praya Timur tahun 2018. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik. Metode penelitian dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Dengan jumlah sampel 59 responden ibu hamil. Sumber data dalam penelitian ini menggunakan sumber data primer yang dikumpulkan melalui alat bantu kuisioner. Karakteristik responden menurut umur terbanyak berumur 25-31 tahun sebanyak 28 responden (47,46%), berdasarkan pendidkan SD/MI sebanyak 11 responden (18,64%), berdasarkan pekerjaan terbanyaak IRT sebanyak 51 responden (86,44%), dan berdasarkan umur kehamilan terbanyak umur kehamilan 4-8 bulan sebanyak 25 responden (42,37%). Tingkat pengetahuan ibu hamil tentang anemia di Puskesmas Mujur di kategorikan kurang dengan nilai pengetahuan 42,92 atau 57,22%. Ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan ibu hamil dengan kejadian anemia dengan p= 0,003 (p< 0,01). Pada ibu hamil yang berpendidikan tinggi lebih mudah menerima suatu ide baru dibandingkan ibu yang berpendidikan rendah sehingga informas lebih mudah dapat diterima dan dilaksanakan.

Keywords

Tingkat Pengetahuan, Ibu Hamil, Kejadian Anemia

Article Details