Main Article Content

Abstract

Enterobius vermicularis merupakan salah satu  jenis cacing dengan tingkat penyebaran terluas terutama menginfeksi anak-anak pada keadaan hygine  dan sanitasi yang buruk. Infeksi cacing Enterobius vermicularis dapat mengganggu tidur, menyebabkan gangguan usus halus, lambung, esophagus dan hidung dengan gejala kurang nafsu makan, berat badan turun, cepat marah, dan gigi gemeretak. Faktor utama yang meningkatkan terjadinya kasus Enterobius vermicularis adalah pola hidup yang kurang memperhatikan pentingnya kebersihan diri dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Insiden Enterobius vermicularis pada anak usia 5-14  tahun di Dusun Loang Tuna Desa Bonjeruk Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah. Metode dalam pengambilan sampel yaitu dengan teknik Non Random Purposive Sampling. Data yang diperoleh dari penelitian ini diolah secara deskriptif dengan melakukan pemeriksaan langsung dan kemudian ditentukan persentasenya. Hasil penelitian menunjukan insiden infeksi Enterobius vermicularis pada anak usia 5-14 tahun di Dusun Loang Tuna Desa Bonjeruk berjumlah 42 orang (51,8 %) sedangkan yang tidak terinfeksi sebanyak 39 orang (48,2%). Anak laki-laki yang terinfeksi Enterobius vermicularis sebanyak 23 orang (54,8%) lebih banyak dibandingkan dengan anak perempuan yang terinfeksi Enterobius vermicularis sebanyak 19 orang (45,2%). Anak dengan rentang usia 5-7 tahun paling banyak terinfeksi Enterobius vermicularis  dibandingkan dengan usia rentang usia 8-10 tahun dan 11-14 tahun. Pada kelompok usia 5-7 tahun sebanyak 33 orang (76,7%) terinfeksi Enterobius vermicularis. Pada kelompok usia 8-10 tahun sebanyak 7 orang (30,4%) terinfeksi Enterobius vermicularis. Sedangkan pada kelompok usia 11-14 tahun sebanyak 2 orang (13,3%) terinfeksi Enterobius vermicularis

Keywords

Insiden, Enterobius vermicularis, Anak usia 5-14 tahun, Dusun Loang Tuna

Article Details