Penerimaan Remaja Putri Terhadap Makanan Di Pondok Pesantren DB Dan BM Di Kabupaten Banyuwangi

DOI:

https://doi.org/10.33651/jpkik.v6i1.50

Keywords:

penerimaan makanan, remaja putri, Pondok Pesantren

Abstract

Prevalensi anemia pada remaja putri di Pondok Pesantren cukup tinggi. Hal tersebut terjadi karena tingkat konsumsi dan penerimaan remaja putri terhadap makanan yang masih kurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi lebih mendalam penerimaan remaja putri terhadap makanan pada Pondok Pesantren DB dan BM di Kabupaten Banyuwangi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan eksploratif. Data diperoleh melalui Focus Group Discussion (FGD) dengan 10 remaja putri di Pondok Pesantren BM dan 9 remaja putri di Pondok Pesantren DB. Data dikumpulkan pada bulan Agustus-September 2019. Data dianalisis secara tematik dan disajikan dengan menggunakan pendekatan naratif.

Penelitian ini mengungkapkan bahwa sebagian besar remaja putri di Pondok Pesantren BM menerima makanan yang disajikan sedangkan sebagian besar remaja putri di Pondok Pesantren DB tidak menerima. Penerimaan remaja putri terhadap makanan dipengaruhi adanya perbedaan penyelenggaraan makanan di Pondok Pesantren DB yang dikelola oleh pihak kedua dan di Pondok Pesantren BM yang dikelola mandiri. Penerimaan remaja putri terhadap makanan juga dipengaruhi oleh persepsi makanan yang sehat sehingga meningkatkan selera makan, teman sebaya, keterpaksaan karena tidak ada pilihan makanan lain, menu kesukaan, variasi, dan rasa makanan yang enak. Gambaran remaja putri tidak menerima makanan adalah kurangnya kebersihan makanan, tekstur makanan tidak sesuai selera, rasa bosan karena menu yang sama setiap hari, kebiasaan snacking, kebebasan membeli makanan diluar karena tidak ada peraturan yang melarang remaja putri untuk membeli makan diluar Pondok Pesantren dan pengaruh trend makanan kekinian di  media sosial. Terdapat perbedaan penerimaan remaja putri terhadap makanan yang disajikan pada kedua pondok pesantren. Penerimaan makanan yang kurang baik mendorong kebiasaan membeli makanan diluar Pondok Pesantren. Hal ini memberikan dampak negatif karena remaja putri tidak memperhatikan kandungan gizi pada makanan tersebut. Disarankan kepada pengelola pondok untuk menyajikan makanan yang sehat, rasa, variasi menu dan tekstur makanan disesuaikan dengan selera remaja serta membuat peraturan yang melarang pembelian makanan diluar Pondok Pesantren.

References

Proverawati. Anemia dan Anemia Kehamilan. Yogyakarta: Nuha Medika (2011).

Badan Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan. Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2018.

Nur Sya`Bani, S. S. Hubungan Status Gizi Dengan Kejadian Darul Ulum Peterongan Jombang. J. keperawtanan 1, (2016).

Sutyawan dan Setiawan Budi. Penyelenggaraan Makanan, Daya Terima Makanan, Dan Tingkat Asupan Siswa Asrama Kelas Unggulan Sma 1 Pemali Bangka Belitung. 8, 207–214 (2013).

Lubis, M. Z. Tingkat Kesukaan Dan Daya Terima Makanan Serta Hubungannya Dengan Kecukupan Energi Dan Zat Gizi Pada Santri Putri Mts Darul Muttaqien Bogor. (2015).

K. Melisa L. Dewi, Ni Ketut Sutiari, M.Si, L. P. L. W. Status anemia dan konsumsi zat gizi pada anak usia sekolah di lima panti asuhan di kota Denpasar. 1, 35–42 (2012).

Susila Rusdiana Dewi, M. A. Perbedaan Kepuasaan Pasien Terhadap Makanan Dengan Sistem Penyelenggaraan Outsourcing Dan Swakelola Di RS Islam Jemursari Surabaya. J. Kesehat. Masy. 209–219 (2017). doi:10.20473/amnt.v1.i3.2017.209-219

Andriany Sholihah, Y., Syam, A. & Yustini. Gambaran Pola Konsumsi Dan Tingkat Kepuasan Santri Putri Terhadap Hidangan Di Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Makassar. J. Kesehat. Masy. 25, 695–699 (2009).

Notoadmojo. in Rineka Cipta (2014).

Bening Salsa, M. A. Perbedaan Pengetahuan Gizi, Body Image, Asupan Energi Dan Status Gizi Pada Mahasiswi Gizi Dan Non Gizi Universitas Diponegoro. 3, (2014).

Ketut Dewi Satiawati Kurnianingsih, D. Penerimaan dan praktik dalam pemberian makanan tambahan pemulihan oleh pengasuh balita gizi kurang dan gizi buruk di kota denpasar. (2018).

Tanuwijaya, L. K., Sembiring, L. G. & Dini, C. Y. Sisa Makanan Pasien Rawat Inap: Analisis Kualitatif. 51–61 (2018).

Farida Wahyu Ningtyias, D. Gambaran Sistem Penyelenggaraan Makanan. Kesehat. Masy. 2, 25–34 (2018).

Rahmawati, N. Tingkat Kepuasan Santri terhadap Kualitas Dan Layanan Makanan di Muhammadiyah Boarding School Yogyakarta. Fakultas Teknik UNY. 6–14 (2018).

Mega Pramijantoro Saputri, Asti Nuraeni, M. S. Efektivitas Variasi Makanan Terhadap Peningkatan Nafsu Makan Anak Usia Prasekolah Di Kelurahan Kuningan Semarang Utara. J. Keperawatan dan Kebidannan 1(1), (2015).

Azrimaidazila; Purnakarya, I. Analisis Pemilihan Makanan pada Remaja di Kota Padang , Sumatera Barat Food Preference Analysis on Teenagers in Padang , West Sumatera. 17–22 (2008).

Stanga Z, Zurflüh Y, Roselli M, Sterchi AB, Tanner B, Knecht G. Laksmi, D. Sisa Makanan Pasien Rawat Inap. Hospital Food: A Survey of Patients’ Perceptions. (2003). http://dx.doi.org/10.21776/ub.ijhn.2018.005.01.6

Nindyasari Anisa, Mahmudiono Trias, S. S. Monitoring Proses Pengolahan Makanan Moslem Meal Di PT . Aerofood Indonesia Tangerang , Banten. 1–8 (2017). doi:10.20473/amnt.v1.i4.2017.318-330

Sudjatmoko. Masalah Makan Pada Anak. Damianus J. Med. Vol. 10 No.1 (2011).

Fiszman S, Varela P, Díaz P, Linares MB, G. M. What is Satiating? Consumer Perceptions of Satiating Foods and Expected Satiety of Protein-Based Meals. Food Res Int. 62: 551–60. (2014).

Khusniyati, E., Sari, A.K. & Ro, I. Hubungan Pola Konsumsi Makanan dengan Status Gizi Santri Pondok Pesantren Roudlatul Hidayah Desa Pakis Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto. (2015).

Sugianto Jimmy dan Sugiharto Sugiono. Analisa Pengaruh Service Quality , Food Quality , Dan Price Terhadap Kepuasan Pelanggan Restoran Yung Ho Surabaya. 1, 1–10 (2013).

Aisyah Taqhi, S. Gambaran Sistem Penyelenggaraan Makanan Di Pondok Pesantren Hubulo Gorontalo. Media Kesehat. Masy. Indones. 241–247 (2014).

Kaenong, K. M., Dachlan, D. M. & Salam, A. Gambaran Asupan Zat Gizi Makro, Status Gizi, dan Tingkat Kepuasan Santri pada Sistem Penyelenggaraan Makanan di Pondok Pesantren Putri Ummul Mukminin Makassar. Kesmas UNHAS (2014).

Muna, K. Pengaruh Interaksi Teman Sebaya Terhadap Perilaku Penggunaan Internet pad Siswa kelas XI di SMKN 2 Yogyakarta. 112–123 (2016).

Spence, C. Eating with our ears: assessing the importance of the sounds of consumption on our perception and enjoyment of multisensory flavour experiences. Flavour 4, 3 (2015).

Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Kesehatan Politeknik Medica Farma Husada Mataram

Published

2020-05-06

How to Cite

Penerimaan Remaja Putri Terhadap Makanan Di Pondok Pesantren DB Dan BM Di Kabupaten Banyuwangi. (2020). Jurnal Penelitian Dan Kajian Ilmiah Kesehatan Politeknik Medica Farma Husada Mataram, 6(1), 21-30. https://doi.org/10.33651/jpkik.v6i1.50