Analisis Kesiapan Penerapan Kebijakan BLUD di UPTD Bapelkesmas Dinas Kesehatan Provinsi Bali
DOI:
https://doi.org/10.33651/jpkik.v6i2.138Keywords:
Kesiapan Perubahan Organisasi, BLUDAbstract
Kebijakan BLUD bertujuan untuk memberikan fleksibilitas dalam konteks mengelola baik dari sisi Sumber Daya Manusia (SDM) hingga penganggaran, demi memberikan pelayanan yang lebih maksimal terhadap masyarakat. Kesiapan untuk berubah merupakan hal yang perlu ditinjau dalam melakukan perubahan organisasi. Tujuan Penelitian adalah untuk menganalisis kesiapan UPTD Bapelkesmas dalam melaksanakan kebijakan BLUD. Metode : Penelitian ini menggunakan rancangan kualitatif, jenis data yang dikumpulkan adalah data primer dan data sekunder, diperoleh dengan wawancara mendalam dan telusur dokumen, informan berjumlah 11 orang. Lokasi penelitian adalah di UPTD Bapelkesmas Dinas Kesehatan Provinsi Bali. Hasil: UPTD Bapelkesmas siap menghadapi perubahan kebijakan BLUD, komitmen yang diberikan oleh staf pada perubahan kebijakan BLUD sudah baik walaupun belum optimal yang ditunjukan dengan keterlibatan staf dalam mengikuti pelatihan BLUD dan penyusunan draf dokumen administratif, persepsi positif ditunjukkan dengan keyakinan bahwa mereka mampu melaksanakan kebijakan BLUD, manfaat yang akan diperoleh dari kebijakan adalah keleluasaan dalam pengelolaan pendapatan, kendala yang dihadapai sebagian besar berasal dari kualitas dan kuantitas sumber daya manusia.Simpulan: UPTD Bapelkesmas Dinas Kesehatan Provinsi Bali siap menghadapi perubahan kebijakan BLUD, yang ditunjukkan dengan adanya komitmen, dan persepsi postitif dari staf dan pimpinan.
References
Davidson E. A technological frames perspective on information technology and organizational change. J Appl Behav Sci. 2006;42(1):23–39.
Pramadani AB. Hubungan antara Komitmen Organisasi dengan Kesiapan untuk Berubah pada Karyawan Divisi Enterprise Service ( DES ) Telkom Ketintang Surabaya. J Psikol Ind dan Organ. 2012;1(03):112–9.
Astuti MMZP, Nopiyani MS, Januraga PP. Relationship between institution status and the organizational culture of community health centres in Bali. Public Heal Prev Med Arch. 2017;5(2):135.
Visagie CM, Steyn C. Organisational commitment and responses to planned organisational change: An exploratory study. South African Bus Rev. 2011;15(3):98–121.
Julita S, Rafaei W, Rahman A. Relationship of Organisational Commitment , Locus of Control , and Readiness to Change among Nurses. 2008;166–83.
Holt DT, Armenakis AA, Feild HS, Harris SG. Readiness for organizational change: The systematic development of a scale. J Appl Behav Sci. 2007;43(2):232–55.
Permendagri. PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN KEUANGAN BADAN LAYANAN UMUM DAERAH. 2007 p. 61.
Indrayathi PA, Listyowati R, Made N, Nopiyani S, Putu L, Ulandari S. Mutu Pelayanan Puskesmas Perawatan yang Berstatus Badan Layanan Umum Daerah. J Kesehat Masy Nas. 2014;9:164–70.
Bouckenooghe D, Devos G, Broeck H Van Den. Organizational change questionnaire-climate of change, processes, and readiness: Development of a new instrument [Internet]. Vol. 143, Journal of Psychology: Interdisciplinary and Applied. 2009. 559–599 p. Available from: http://ovidsp.ovid.com/ovidweb.cgi?T=JS&PAGE=reference&D=emed9&NEWS=N&AN=19957876
Widodo J. Analisis Kebijakan Publik Konsep dan Aplikasi Analisis Proses Kebijakan Publik. Malang: Media Nusa Creative; 2018. 96–110 p.
Adam ES, Suparwati A, Arso SP. Analisis Kesiapan Implementasi Badan Layanan Umum Daerah Puskesmas Kota Semarang (Studi Kasus pada Puskesmas Ngesrep dan Bandarharjo). J Kesehat Masy [Internet]. 2017;5:1689–99. Available from: http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/jkm
Madsen SR, Miller D, John CR. Readiness for organizational change: Do organizational commitment and social relationships in the workplace make a difference? Hum Resour Dev Q. 2005;16(2):213–34.
Kurniati A, Efendi F. Kajian Sumber Daya Manusia Kesehatan di Indonesia. Salemba medika [Internet]. Salemba Medika. 2012. 175 p. Available from: https://books.google.com.tw/book
Published
How to Cite
Issue
Section
JPKIK : Jurnal Peneliian dan Kajian Ilmiah kesehatan is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License
You are free to :
Share — copy and redistribute the material in any medium or format
Adapt — remix, transform, and build upon the material for any purpose, even commercially
Under the following terms :
Attribution — You must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.
ShareAlike — If you remix, transform, or build upon the material, you must distribute your contributions under the same license as the original
No additional restrictions — You may not apply legal terms or technological measures that legally restrict others from doing anything the license permits


