Pharmaceutical and Traditional Medicine
http://jurnal.unbim.ac.id/index.php/ptm
<p><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Jurnal Pharmaceutical and Traditional Medicine adalah publikasi ilmiah yang memuat hasil penelitian dan kajian analitis kritis dibidang farmasi, pelayanan farmasi dan obat tradisional yang belum pernah dipublikasikan. </span><span style="vertical-align: inherit;">Pernyataan kode etik ilmiah ini merupakan pernyataan kode etik semua pihak yang terlibat dalam proses publikasi jurnal ilmiah ini yaitu pengelola, editor, mitra bestari, dan pengarang / penulis. </span><span style="vertical-align: inherit;">Pernyataan kode etika publikasi ilmiah ini berdasarkan Peraturan Kepala LIPI Nomor 5 Tahun 2014 tentang Kode Etika Publikasi Ilmiah, yang pada intinya Kode Etika Publikasi Ilmiah ini intinya menjunjung tiga nilai etik dalam publikasi, yaitu (i) Kenetralan, yakni bebas dari pertentangan kepentingan dalam pengelolaan ; </span><span style="vertical-align: inherit;">(ii) Keadilan, yakni memberikan hak kepengarangan kepada yang berhak sebagai pengarang / penulis;</span></span></p>Politeknik Medica Farma Husada Mataramen-USPharmaceutical and Traditional Medicine2548-6365EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN INFEKSI SALURAN KEMIH DI RSUD ULIN BANJARMASIN DAERAH KALIMANTAN SELATAN
http://jurnal.unbim.ac.id/index.php/ptm/article/view/761
<p>Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan infeksi kedua yang paling umum dan merupakan masalah kesehatan global, dengan angka kejadian yang meningkat dan resistensi antibiotik. Penggunaan antibiotik yang tepat sangat penting untuk mencegah resistensi dan meningkatkan efektivitas terapi. oleh karena itu, evaluasi penggunaan antibiotik sangat diperlukan. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi secara kualitatif penggunaan antibiotik pada pasien rawat jalan ISK di Rumah Sakit Umum Daerah Ulin, Banjarmasin. Studi ini menggunakan desain observasional deskriptif dengan pendekatan retrospektif. Sebanyak 35 kasus rawat jalan dari Klinik Urologi Rumah Sakit Umum Daerah Ulin yang menerima terapi antibiotik pada tahun 2024 dan memenuhi kriteria inklusi dimasukkan dalam penelitian ini. Evaluasi penggunaan antibiotik dilakukan menggunakan metode <em>Gyssens</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar penggunaan antibiotik termasuk dalam kategori II (dosis dan interval dosis yang tidak tepat), kategori III (durasi terapi yang tidak tepat), dan kategori IV (pemilihan antibiotik yang tidak tepat). Beberapa penggunaan antibiotik diklasifikasikan sebagai kategori 0, yang menunjukkan penggunaan yang rasional dan tepat. Temuan ini menunjukkan perlunya evaluasi rutin terhadap resep antibiotik untuk meningkatkan penggunaan antibiotik yang rasional.</p>Nisriyati Fiddina
Copyright (c) 2026 Pharmaceutical and Traditional Medicine
2026-04-302026-04-3010111110.33651/ptm.v10i1.761ANALISIS KANDUNGAN BORAKS DAN FORMALIN PADA TAHU YANG DIPRODUKSI DI WILAYAH DESA KERUMUT, KECAMATAN PRINGGABAYA, LOMBOK TIMUR
http://jurnal.unbim.ac.id/index.php/ptm/article/view/766
<div> <p class="TableParagraph"><span lang="id">Penyalahgunaan bahan kimia berbahaya seperti boraks dan formalin dalam produk makanan meresahkan masyarakat. Boraks merupakan zat pengawet berbahaya, dan formalin merupakan senyawa yang digunakan sebagai desinfektan sehingga kedua senyawa tersebut tidak diizinkan sebagai bahan tambahan makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi kandungan dan nilai kadar boraks dan formalin dalam tahu yang diproduksi di Desa Kerumut, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur. Metode penelitian meliputi uji kualitatif menggunakan kertas tumerik untuk boraks dan larutan KMnO4 untuk formalin, serta uji kuantitatif menggunakan titrasi asam-basa. Hasil uji kualitatif menunjukkan bahwa tahu dari kedua produsen di Desa Kerumut negatif mengandung boraks dan formalin, ditandai dengan tidak adanya perubahan warna pada indikator yang digunakan. Hasil ini didukung juga oleh hasil uji organoleptik, yang menunjukkan bahwa tahu memiliki tekstur lembut, aroma khas yang tidak menyengat, dan warna putih segar. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa tahu yang diproduksi di Desa Kerumut bebas dari boraks dan formalin, sehingga tidak dilanjutkan ke uji kuantitatif.</span></p> </div>Wulan Ratia RatulangiNirwana SukmaSuhada AdriyanWidyan Rosnalia
Copyright (c) 2026 Pharmaceutical and Traditional Medicine
2026-04-302026-04-30101121710.33651/ptm.v10i1.766A RELATIONSHIP BETWEEN PATIENT CHARACTERISTICS AND THE INCIDENCE OF DRUG-RELATED PROBLEMS IN ISCHAMIC STROKE
http://jurnal.unbim.ac.id/index.php/ptm/article/view/767
<p><em>Stroke iskemik merupakan kondisi klinis akibat terhentinya aliran darah serebral yang umumnya disebabkan oleh aterosklerosis atau oklusi pembuluh darah oleh thrombus maupun embolus, sehingga terjadi gangguan perfusi dan suplai oksigen ke jaringan otak. Kondisi ini memerlukan terapi farmakologis yang kompleks, sehingga berpotensi menimbulkan masalah terkait obat (Drug Related Problems/DRPs) Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kejadian DRPs pada pasien stroke iskemik yang menjalani perawatan di instalasi rawat inap RSUD Kota Mataram. Kategori DRPs yang dievaluasi meliputi masalah pemilihan obat, yaitu obat tanpa indikasi, indikasi tanpa terapi, interaksi obat, dosis subterapik (terlalu rendah), dan dosis supraterapik (terlalu tinggi). Penelitian ini merupakan studi observasional dengan pendekatan retrospektif. Data dikumpulkan melalui telaah rekam medis pasien dengan diagnosis stroke iskemik yang dirawat di RSUD Kota Mataram. Pengambilan data dilaksanakan pada periode Juni-Agustus, berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi diperoleh populasi sebanyak 511 rekam medis. Penentuan jumlah sampel menggunakan rumus slovin dan menghasilkan 79 sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi DRPs yang ditemukan meliputi obat tanpa indikasi sebesar 2,34%, interaksi obat 47,66%, indikasi tanpa terapi 14,84%, dosis rendah 27,34%, dosis tinggi 7,81%. Analisis hubungan antara karakteristik pasien dan kejadian DRPS menunjukkan nilai signifikansi untuk jenis kelamin </em><em>(p=0,163), usia (p=0,207), penyakit penyerta (p=0,089), dan jumlah penggunaan obat (p=0,466). Seluruh nilai p lebih besar dari 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara karakteristik pasien tersebut dengan kejadian Drug Related Problems pada pasien stroke iskemik.</em><em> </em></p>Putri Ramdaniah
Copyright (c) 2026 Pharmaceutical and Traditional Medicine
2026-04-302026-04-30101182210.33651/ptm.v10i1.767UJI SEDIAAN SAMPO ANTIKETOMBE EKSTRAK ETANOL DAUN KANGKUNG AIR (Ipomoea aquatica F.) TERHADAP AKTIVITAS JAMUR Candida albicans SECARA IN VITRO
http://jurnal.unbim.ac.id/index.php/ptm/article/view/775
<p>Rambut merupakan kebutuhan estetika untuk menghiasi kepala manusia. Salah satu jamur yang menyebabkan masalah ketombe pada rambut adalah jamur Candida albicans. Seiring dengan perkembangan pengobatan di Indonesia, perkembangannya kini mengarah pada sistem pengobatan herbal, karena terbukti lebih aman dan tidak menimbulkan efek samping seperti obat-obatan kimia. Ekstrak etanol daun kangkung air (Ipomoea aquatica F.) Ini adalah bahan alami yang mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, triterpenoid dan tanin. Metode penelitian ini merupakan studi eksperimental yang bertujuan untuk mengetahui suatu gejala yang muncul sebagai akibat dari pengaruh aktivitas antiketombe ekstrak etanol daun kangkung air (Ipomoea aquatica F.) pada jamur Candida albicans. Hasil penelitian uji organoleptis ekstrak etanol daun kangkung air sampo antiketombe dengan berbagai konsentrasi menunjukkan bentuk sampo cair kental, warna F0 (kontrol negatif) menunjukkan warna putih, FI (20%) Coklat, FII (40%) Hitam, dan FIII (60%) Hitam. Hasil uji aktivitas antiketombe pada FI (20%), FII (40%), FIII (60%), kontrol negatif, kontrol positif yaitu 20,06 mm, 21,23 mm, 22,86 mm 18,06 mm dan 39,66 mm. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sediaan sampo ekstrak etanol daun kangkung air memiliki aktivitas antiketombe terhadap jamur Candida albicans yang ditunjukkan dengan rata-rata zona hambat pada FI, FII dan FIII yaitu 20,06 mm, 21,23 mm dan 22,86 mm. Sediaan sampo ekstrak etanol daun kangkung air yang memiliki aktivitas antiketombe paling efektif terhadap jamur Candida albicans adalah Formula III dengan konsentrasi 60%.</p>Sri Idawati
Copyright (c) 2026 Pharmaceutical and Traditional Medicine
2026-04-302026-04-30101233010.33651/ptm.v10i1.775ANALISIS PENGETAHUAN MASYARAKAT TERHADAP POLA PENGGUNAAN OBAT TRADISIONAL DI DUSUN EMPOL DESA CENDI MANIK SEKOTONG TENGAH KABUPATEN LOMBOK BARAT
http://jurnal.unbim.ac.id/index.php/ptm/article/view/776
<p><em>Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat pengetahuan masyarakat terhadap pola penggunaan obat tradisional di Dusun Empol, Desa Cendi Manik, Kecamatan Sekotong Tengah, Kabupaten Lombok Barat. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif melalui kuesioner dan wawancara terhadap 80 responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling berdasarkan rumus Slovin. Instrumen penelitian berupa kuesioner tertutup dengan skala Guttman (ya/tidak). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan sedang (58,75%), diikuti kategori baik (22,5%) dan rendah (18,75%). Sumber informasi utama berasal dari orang tua, media sosial, dan internet. Tanaman yang paling sering digunakan adalah timun, kunyit, jahe, dan bawang putih, dengan manfaat utama untuk menurunkan hipertensi, menghangatkan tubuh, dan mengobati luka. Meskipun mayoritas responden merasa aman menggunakan obat tradisional, hanya sebagian kecil yang memahami pentingnya dosis dan kandungan zat aktif. Diperlukan edukasi berbasis ilmiah agar penggunaan obat tradisional menjadi lebih aman, efektif, dan rasional.</em></p>Adriyan SuhadaTia Marsanda ESri Rahmawati ERosnalia Widyan E
Copyright (c) 2026 Pharmaceutical and Traditional Medicine
2026-04-302026-04-30101314210.33651/ptm.v10i1.776ANALISIS STABILITAS FISIK MINUMAN SERBUK HERBAL CHOCO JINJER DAN TEH PATAHA ATI SEBAGAI PANGAN FUNGSIONAL
http://jurnal.unbim.ac.id/index.php/ptm/article/view/777
<table width="605"> <tbody> <tr> <td width="374"> <p><em>Minuman herbal serbuk instan merupakan salah satu bentuk pangan fungsional yang praktis dan memiliki daya simpan lebih lama dibandingkan bahan segar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis stabilitas fisik minuman serbuk herbal Choco Jinjer dan Teh Pataha Ati selama penyimpanan pada suhu kamar. Penelitian menggunakan metode eksperimental laboratorium dengan parameter pengujian meliputi organoleptik, nilai pH, kadar air, dan waktu larut. Pengamatan dilakukan selama 28 hari pada hari ke-0, 7, 14, 21, dan 28 dengan tiga kali replikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Choco Jinjer dan Teh Pataha Ati memiliki karakteristik organoleptik yang stabil selama penyimpanan, meliputi aroma khas herbal, warna tetap, rasa khas, dan bentuk serbuk kering. Nilai pH kedua produk berada pada rentang 6,0</em><em>–</em><em>6,8 sehingga memenuhi persyaratan minuman serbuk instan. Kadar air seluruh sampel berada di bawah 3%, sesuai standar SNI, sedangkan waktu larut Choco Jinjer dalam air panas maupun air mineral kurang dari 5 menit. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa minuman serbuk herbal Choco Jinjer dan Teh Pataha Ati memiliki stabilitas fisik yang baik dan memenuhi persyaratan mutu selama penyimpanan suhu kamar. </em></p> </td> </tr> </tbody> </table>Adriyan SuhadaSri Idawati EErnita Agustina ETuhfatul Ulya E
Copyright (c) 2026 Pharmaceutical and Traditional Medicine
2026-04-302026-04-30101435210.33651/ptm.v10i1.777EVALUASI FORMULASI SEDIAAN MOUTHWASH DARI EKSTRAK DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.) SEBAGAI ANTISEPTIK MULUT
http://jurnal.unbim.ac.id/index.php/ptm/article/view/778
<p><em>Masalah kesehatan mulut seperti bau mulut, sariawan, infeksi mulut, karies gigi, dan radang gusi sering terjadi dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Salah satu cara menjaga kesehatan mulut adalah menggunakan mouthwash. Daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) diketahui memiliki kandungan antibakteri sehingga berpotensi digunakan sebagai bahan alami dalam sediaan mouthwash. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil evaluasi sediaan mouthwash dari ekstrak daun belimbing wuluh dan menentukan formula terbaik berdasarkan mutu fisik sediaan. Metode penelitian yang digunakan meliputi proses ekstraksi daun belimbing wuluh, pembuatan sediaan mouthwash dengan tiga formula yaitu F1 (2%), F2 (2,5%), dan F3 (3%), serta evaluasi fisik meliputi uji organoleptis, pH, dan viskositas. Pengamatan dilakukan selama tiga minggu untuk melihat stabilitas sediaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua formula memiliki bentuk cair, warna hijau keruh, dan aroma mentol. Nilai rata-rata pH F1 sebesar 5,73, F2 sebesar 5,9, dan F3 sebesar 6,06. Nilai rata-rata viskositas F1 sebesar 5,90, F2 sebesar 6,59, dan F3 sebesar 6,79. Seluruh formula menunjukkan hasil evaluasi fisik yang baik dan stabil selama penyimpanan. Berdasarkan hasil penelitian, sediaan mouthwash ekstrak daun belimbing wuluh memenuhi standar mutu fisik dan berpotensi digunakan sebagai alternatif mouthwash berbahan alami.</em></p>Adriyan SuhadaAhmad SyahrilSri RahmawatiHardaniSyamsul MultazamAri Kurniawati
Copyright (c) 2026 Pharmaceutical and Traditional Medicine
2026-04-302026-04-30101536010.33651/ptm.v10i1.778ANALISIS KUALITATIF RHODAMIN B, BORAKS, DAN FORMALIN PADA TERASI PRODUKSI DUSUN JOR, DESA JEROWARU, LOMBOK TIMUR
http://jurnal.unbim.ac.id/index.php/ptm/article/view/779
<p><em>Terasi merupakan produk pangan fermentasi tradisional yang banyak dikonsumsi masyarakat dan berpotensi mengalami penambahan bahan berbahaya seperti Rhodamin B, boraks, dan formalin untuk meningkatkan warna maupun daya simpan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan Rhodamin B, boraks, dan formalin pada terasi yang diproduksi di Dusun Jor, Desa Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur. Penelitian menggunakan metode deskriptif eksperimental laboratorium dengan sampel sebanyak 9 produk terasi yang diperoleh dari seluruh produsen terasi di lokasi penelitian. Identifikasi Rhodamin B dilakukan menggunakan test kit dan benang wool, sedangkan analisis boraks dan formalin dilakukan secara kualitatif menggunakan pereaksi kimia dan metode kromatografi lapis tipis (KLT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh sampel terasi tidak mengandung Rhodamin B, boraks, maupun formalin yang ditandai dengan hasil negatif pada seluruh pengujian laboratorium. Dengan demikian, terasi produksi Dusun Jor, Desa Jerowaru, Lombok Timur dinyatakan aman dari kandungan bahan tambahan pangan berbahaya yang dianalisis dalam penelitian ini.</em></p>Adriyan SuhadaNurul HidayatiAde Sukma Hamdani
Copyright (c) 2026 Pharmaceutical and Traditional Medicine
2026-04-302026-04-30101617010.33651/ptm.v10i1.779Pengaruh Variasi Konsentrasi Ekstrak Etanol Daun Kelengkeng (Dimocarpus longan Lour) terhadap Karakteristik Fisik dan Nilai SPF Krim Tabir Surya
http://jurnal.unbim.ac.id/index.php/ptm/article/view/780
<p><em>Paparan radiasi sinar ultraviolet (UV) secara berlebihan dapat menyebabkan berbagai gangguan kulit sehingga diperlukan sediaan tabir surya yang efektif dan aman. Daun kelengkeng (Dimocarpus longan Lour) diketahui mengandung senyawa flavonoid dan polifenol yang berpotensi sebagai antioksidan dan agen fotoprotektif alami. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan krim tabir surya ekstrak etanol daun kelengkeng serta mengevaluasi karakteristik fisikokimia dan nilai Sun Protection Factor (SPF) sediaan. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%, kemudian diformulasikan ke dalam empat formula, yaitu basis krim tanpa ekstrak, serta krim dengan konsentrasi ekstrak 10%, 15%, dan 20%. Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptik, homogenitas, viskositas, daya sebar, pH, daya lekat, dan penentuan nilai SPF menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formula memenuhi persyaratan karakteristik fisikokimia sediaan krim yang baik. Peningkatan konsentrasi ekstrak memengaruhi nilai SPF sediaan, meskipun nilai perlindungan yang diperoleh masih tergolong rendah. Dengan demikian, ekstrak etanol daun kelengkeng berpotensi dikembangkan sebagai bahan aktif alami dalam formulasi krim tabir surya.</em></p>Adriyan SuhadaMila Cahya UtamiAde Sukma Hamdani
Copyright (c) 2026 Pharmaceutical and Traditional Medicine
2026-04-302026-04-30101717910.33651/ptm.v10i1.780Efektivitas Ekstrak Metanol Daun Mangrove (Rhizophora sp.) dalam Meningkatkan Kadar Hemoglobin pada Mencit Model Anemia
http://jurnal.unbim.ac.id/index.php/ptm/article/view/793
Jumari Ustiawaty
Copyright (c) 2026 Pharmaceutical and Traditional Medicine
2026-04-302026-04-30101808610.33651/ptm.v10i1.793