Main Article Content
Abstract
Rambut merupakan kebutuhan estetika untuk menghiasi kepala manusia. Salah satu jamur yang menyebabkan masalah ketombe pada rambut adalah jamur Candida albicans. Seiring dengan perkembangan pengobatan di Indonesia, perkembangannya kini mengarah pada sistem pengobatan herbal, karena terbukti lebih aman dan tidak menimbulkan efek samping seperti obat-obatan kimia. Ekstrak etanol daun kangkung air (Ipomoea aquatica F.) Ini adalah bahan alami yang mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, triterpenoid dan tanin. Metode penelitian ini merupakan studi eksperimental yang bertujuan untuk mengetahui suatu gejala yang muncul sebagai akibat dari pengaruh aktivitas antiketombe ekstrak etanol daun kangkung air (Ipomoea aquatica F.) pada jamur Candida albicans. Hasil penelitian uji organoleptis ekstrak etanol daun kangkung air sampo antiketombe dengan berbagai konsentrasi menunjukkan bentuk sampo cair kental, warna F0 (kontrol negatif) menunjukkan warna putih, FI (20%) Coklat, FII (40%) Hitam, dan FIII (60%) Hitam. Hasil uji aktivitas antiketombe pada FI (20%), FII (40%), FIII (60%), kontrol negatif, kontrol positif yaitu 20,06 mm, 21,23 mm, 22,86 mm 18,06 mm dan 39,66 mm. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sediaan sampo ekstrak etanol daun kangkung air memiliki aktivitas antiketombe terhadap jamur Candida albicans yang ditunjukkan dengan rata-rata zona hambat pada FI, FII dan FIII yaitu 20,06 mm, 21,23 mm dan 22,86 mm. Sediaan sampo ekstrak etanol daun kangkung air yang memiliki aktivitas antiketombe paling efektif terhadap jamur Candida albicans adalah Formula III dengan konsentrasi 60%.