Main Article Content
Abstract
Stroke iskemik merupakan kondisi klinis akibat terhentinya aliran darah serebral yang umumnya disebabkan oleh aterosklerosis atau oklusi pembuluh darah oleh thrombus maupun embolus, sehingga terjadi gangguan perfusi dan suplai oksigen ke jaringan otak. Kondisi ini memerlukan terapi farmakologis yang kompleks, sehingga berpotensi menimbulkan masalah terkait obat (Drug Related Problems/DRPs) Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kejadian DRPs pada pasien stroke iskemik yang menjalani perawatan di instalasi rawat inap RSUD Kota Mataram. Kategori DRPs yang dievaluasi meliputi masalah pemilihan obat, yaitu obat tanpa indikasi, indikasi tanpa terapi, interaksi obat, dosis subterapik (terlalu rendah), dan dosis supraterapik (terlalu tinggi). Penelitian ini merupakan studi observasional dengan pendekatan retrospektif. Data dikumpulkan melalui telaah rekam medis pasien dengan diagnosis stroke iskemik yang dirawat di RSUD Kota Mataram. Pengambilan data dilaksanakan pada periode Juni-Agustus, berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi diperoleh populasi sebanyak 511 rekam medis. Penentuan jumlah sampel menggunakan rumus slovin dan menghasilkan 79 sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi DRPs yang ditemukan meliputi obat tanpa indikasi sebesar 2,34%, interaksi obat 47,66%, indikasi tanpa terapi 14,84%, dosis rendah 27,34%, dosis tinggi 7,81%. Analisis hubungan antara karakteristik pasien dan kejadian DRPS menunjukkan nilai signifikansi untuk jenis kelamin (p=0,163), usia (p=0,207), penyakit penyerta (p=0,089), dan jumlah penggunaan obat (p=0,466). Seluruh nilai p lebih besar dari 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara karakteristik pasien tersebut dengan kejadian Drug Related Problems pada pasien stroke iskemik.