Main Article Content
Abstract
Penyalahgunaan bahan kimia berbahaya seperti boraks dan formalin dalam produk makanan meresahkan masyarakat. Boraks merupakan zat pengawet berbahaya, dan formalin merupakan senyawa yang digunakan sebagai desinfektan sehingga kedua senyawa tersebut tidak diizinkan sebagai bahan tambahan makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi kandungan dan nilai kadar boraks dan formalin dalam tahu yang diproduksi di Desa Kerumut, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur. Metode penelitian meliputi uji kualitatif menggunakan kertas tumerik untuk boraks dan larutan KMnO4 untuk formalin, serta uji kuantitatif menggunakan titrasi asam-basa. Hasil uji kualitatif menunjukkan bahwa tahu dari kedua produsen di Desa Kerumut negatif mengandung boraks dan formalin, ditandai dengan tidak adanya perubahan warna pada indikator yang digunakan. Hasil ini didukung juga oleh hasil uji organoleptik, yang menunjukkan bahwa tahu memiliki tekstur lembut, aroma khas yang tidak menyengat, dan warna putih segar. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa tahu yang diproduksi di Desa Kerumut bebas dari boraks dan formalin, sehingga tidak dilanjutkan ke uji kuantitatif.